Rumah Islam

Mari Bersama Belajar dan Membangun Islam

Tuesday, Nov 21st

Last update:12:28:51 AM GMT

QS 112 Al Ikhlash

Indeks Artikel
QS 112 Al Ikhlash
QS 112 Al Ikhlash : 2
QS 112 Al Ikhlash : 3
QS 112 Al Ikhlash : 4
Semua Halaman
1. Katakanlah, “Dialah Allah Yang Maha Esa” - lafal Allah adalah Khabar dari lafal Huwa, sedangkan lafal Ahadun adalah Badal dari lafal Allah, atau Khabar kedua dari lafal Huwa.

2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu - lafal ayat ini terdiri dari Mubtada dan Khabar; artinya Dia adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu untuk selama-lamanya.


3. Dia tiada beranak - karena tiada yang menyamai-Nya - dan tiada pula diperanakkan - karena mustahil hal ini terjadi bagi-Nya.


4. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia - atau yang sebanding dengan-Nya, lafal Lahu berta’alluq kepada lafal Kufuwan. Lafal Lahu ini didahulukan karena dialah yang menjadi subjek penafian; kemudian lafal Ahadun diakhirkan letaknya padahal ia sebagai isim dari lafal Yakun, sedangkan Khabar yang seharusnya berada di akhir mendahuluinya; demikian itu karena demi menjaga Fashilah atau kesamaan bunyi pada akhir ayat.