Rumah Islam

Mari Bersama Belajar dan Membangun Islam

Wednesday, Oct 18th

Last update:12:28:51 AM GMT

You are here: Tafsir Depag RI QS 002 : Al Baqarah Tafsir Depag RI : QS 002 - Al Baqarah 280

Tafsir Depag RI : QS 002 - Al Baqarah 280

Tafsir Depag RI : QS 002 - Al Baqarah 280

وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ  

Ayat ini merupakan lanjutan ayat yang sebelumnya. Ayat yang lalu memerintahkan agar orang yang beriman menghentikan perbuatan riba setelah turun ayat di atas. Para pemberi utang menerima kembali pokok yang dipinjamkannya. Maka ayat ini menerangkan: Jika pihak yang berutang itu dalam kesukaran berilah dia tempo, hingga dia sanggup membayar utangnya. Sebaliknya bila yang berutang dalam keadaan lapang, ia wajib segera membayar utangnya. 

Rasulullah saw. bersabda: 

 

 

مطل الغني ظلم 

Artinya: 

Penundaan pembayaran utang oleh orang kaya adalah perbuatan zalim.  (HR Bukhari dan Muslim) 

Dalam pada itu Allah swt. menyatakan bahwa memberi sedekah kepada orang yang berutang yang tidak sanggup membayar utangnya adalah lebih baik. Jika orang-orang yang beriman telah mengetahui perintah itu, hendaklah mereka melaksanakannya. 

Dari ayat ini dipahami juga bahwa: 

 

  1. Allah swt. memerintahkan agar memberi sedekah kepada orang yang berutang, yang tidak sanggup membayar utangnya. 

  2. Orang yang berpiutang wajib memberi tangguh kepada orang yang berutang bila mereka dalam kesulitan. 

  3. Bila seseorang mempunyai piutang pada seseorang yang tidak sanggup membayar utangnya diusahakan agar orang itu bebas dari utangnya dengan jalan membebaskan dari pembayaran utangnya baik sebahagian maupun seluruhnya atau dengan jalan yang lain yang baik.