Rumah Islam

Mari Bersama Belajar dan Membangun Islam

Saturday, Sep 20th

Last update:12:28:51 AM GMT

You are here: Nabi dan Rasul Sejarah Nabi - Shafiyyur-Rahman AI-Mubarakfury Perintah Melaksanakan Dakwah Kepada Allah dan Materi Dakwah

Perintah Melaksanakan Dakwah Kepada Allah dan Materi Dakwah

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapat berbagai macam perintah dalam firman Allah

"Hai orang yang berkemul, bangunlah lalu berilah peringatan, dan Rabbmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa tinggalkanlah, dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak, dan untuk (memenuhi perintah) Rabbmu, bersabarlah. " (Al-Muddatstsir: 1-7). 

Sepintas lalu ini merupakan perintah-perintah yang sederhana dan remeh. Namun pada hakikatnya mempunyai tujuan yang jauh, berpengalaman sangat kuat dan nyata, yang dapat dirinci sebagai berikut: 

 

  1. Tujuan pemberian peringatan, agar siapa pun yang menyalahi keridhaan Allah di dunia ini diberi peringatan tentang akibatnya yang pedih di kemudian hari, dan yang pasti akan mendatangkan kegelisahan dan ketakutan di dalam hatinya. 
  2. Tujuan mengagungkan Rabb, agar siapa pun yang menyombongkan diri di dunia tidak dibiarkan begitu saja melainkan kekuatannya akan dipunahkan dan keadaannya dibalik total, sehingga tidak ada kebesaran yang menyisa di dunia selain kebesaran Allah
  3. Tujuan membersihkan pakaian dan meninggalkan perbuatan dosa, agar kebersihan lahir dan batin benar-benar tercapai, begitu pula dalam membersihkan jiwa dari segala noda dan kotoran bisa mencapai titik kesempurnaan, agar jiwa manusia berada di bawah lindungan rahmat Allah, penjagaan, pemeliharaan, hidayah dan cahaya-Nya, sehingga dia menjadi sosok paling ideal di tengah masyarakat manusia. mengundang pesona semua hati dan decak kekaguman. 
  4. Tujuan larangan mengharap yang lebih banyak dari apa yang diberikan agar seseorang tidak menganggap perbuatan dan usahanya sesuatu yang besar lagi hebat, agar dia senantiasa berbuat dan berbuat lebih banyak berusaha dan bekorban, lalu melupakannya. Bahkan dengan perasaannya di hadapan Allah, dia tidak merasa telah berbuat dan berkorban 
  5. Dalam ayat yang terakhir terdapat isyarat tentang gangguan. Siksaan, ejekan dan olok-olok yang bakal dilancarkan orang-orang yang menentang, dan bahkan mereka akan berusaha membunuh beliau dan membunuh para shahabat serta menekan setiap orang yang beriman di sek]tar beliau. Allah memerintahkan agar beliau bersabar dalam menghadapi semua itu, dengan modal kekuatan dan ketabahan hati, bukan dengan tujuan untuk kepentingan pribadi, tapi karena keridhaan Allah semata.  

 

Alangkah sederhananya perintah-perintah ini jika dilihat secara sepintas lalu. Alangkah lembut sentuhanya. Tetapi betapa besar dan berat pengamalannya, alangkah besar pengaruh guncangannya terhadap seisi alam dan membiarkan sebagian berbenturan dengan sebagian yang lain. Ayat-ayat ini sendiri mengandung materi-materi dakwah dan tabligh. Pemberian peringatan itu sendiri biasanya mengundang berbagai reaksi yang kurang menyenangkan bagi pelakunya. Apalagi semua orang sudah tahu bahwa dunia ini tidak mau tahu apa yang dilakukan manusia dan tidak akan memberi balasan macam apa pun terhadap apa pun yang mereka kerjakan. 

Pemberian peringatan menuntut kedatangan suatu hari di luar hari-hari di dunia, yang pada saat itu akan ada pembalasan. Hari itu adalah hari kiamat atau hari pembalasan. Hal ini mengharuskan adanY'a suatu kehidupan lain yang berbeda dengan kehidupan yang dijalani manusia di dunia. 

Semua ayat ini menuntut tauhid yang jelas dari manusia, penyerahan urusan kepada Allah, meninggalkan kesenangan diri sendiri dan keridhaan manusia, untuk dipasrahkan kepada keridhaan Allah

Jadi hal-hal yang terangkum di sini meliputi: 

 

  1. Tauhid. 
  2. Iman kepada Hari Akhirat. 
  3. Membersihkan jiwa, dengan cara menjauhi kemungkaran dan kekejian, yang kadang-kadang mengakibatkan munculnya hal-hal yang kurang menyenangkan, mencari keutamaan, kesempurnaan dan perbuatan-perbuatan yang baik. 
  4. Menyerahkan semua urusan kepada Allah
  5. Semua itu dilakukan setelah beriman kepada risalah Muhammad, bernaung di bawah kepemimpinan dan bimbingan beliau yang lurus. 

 

Di samping itu, permulaan ayat-ayat ini mengandung seruan yang tinggi, sebagai perintah yang ditujukan kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, agar beliau bangun dari tidur dan melepas selimut, siap untuk berjihad dan berjuang: 

"Hai orang yang berkemul, bangunlah lalu berilah peringatan".

Seakan-akan Allah befirman,

"Sesungguhnya orang yang hidup untuk dirinya bisa hidup tenang dan santai. Tapi engkau yang memanggul beban besar ini, mengapa tidur-tiduran saja? Mengapa engkau samai-santai saja? Mengapa engkau masih telentang di atas tempat tidur yang nyaman dan tenang-tenang saja? Bangunlah untuk menghadapi urusan besar yang sudah menantimu. Beban berat sudah menunggu di hadapanmu.

Bangunlah untuk berjihad dan berjuang. Bangunlah, karena waktu tidur dan istirahat sudah habis. Sejak hari ini engkau harus siap unmk lebih banyak berjaga pada malam hari dan perjuangan yang berat lagi panjang. Bangunlah dan bersiaplah untuk semua itu.

Sungguh ini merupakan perkataan yang besar dan menakutkan, yang membuat beliau melompat dari temp at tidurnya yang nyaman di rumah yang penuh kedamaian, siap terjun ke kancah, di antara arus dan gelombatlg, antara yang keras dan yang menarik menurut perasaan manusia, rerjun ke kancah kehidupan. 

Maka Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bangkit, dan setelah itu selama dua puluh lima tahun beliau tidak Pernah istirahat dan diam, tidak hidup untuk diri sendiri dan keluarga beliau. Beliau bangkit dan senantiasa bangkit untuk berdakwah kepada Allah, memanggul beban yang berat di atas  pundaknya, tidak mengeluh dalam melaksanakan beban amanat yang besar di muka bumi ini, memikul beban kehidupan semua manusia, beban akidah, perjuangan dan jihad di berbagai medan. Beliau pernah hidup di medan peperangan secara terus-menerus dan berkepanjangan selama dua puluh tahun. Urusan demi urusan tidak pernah lekang selama itu, semenjak beliau mendengar seruan yang agung dan mendapat beban kewajiban. Semoga Allah memberikan balasan kebaikan kepada beliau dan kepada siapa pun. (Fi Zhilalil-Qur'an, tafsir surat Al-Muzzammil dan Al-Muddatstsir, 29/168-182. ) 

Pada lembaran-lembaran berikut ini akan kami sajikan gambaran sederhana dari jihad yang beliau laksanakan selama sekian lama dan penuh rintangan.