Rumah Islam

Mari Bersama Belajar dan Membangun Islam

Friday, Dec 19th

Last update:12:28:51 AM GMT

You are here: Ibadah Cara Sholat Nabi saw 5. Membaca Do'a Iftitah

5. Membaca Do'a Iftitah

5. Membaca Do'a Iftitah 

Setelah bertakbiratul Ihram, kemudian Rasulullah saw membuka bacaan dengan doa-doa yang banyak dan bermacam-macam, yang di dalamnya beliau memuja dan memuji Allah atau dinamakan Do’a Iftittah. Dan hal ini diperintahkan kepada orang yang shalatnya tidak betul. Beliau benabda kepadanya :

لاَ تُتِمّ صَلاَةٌلإحٍَ مِنَ النَّسِ حَتَّى يُكَبِِّرَ وَ يَحْمَدَ اللّهَ جَلَّ وَ عَزَّ وَ يُثْنِيْ عَلَيْهِ , وَ يَقْرَأَبِمَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْانِ

 
"Tidaklah sempurna shalat seseorang di antara manusia sehingga ia bertakbir, memuji Allah dan memuja-Nya membaca apa yang mudah baginya dari ayat-ayat Al-Qur'an …” (HR Abu Dawud dan al Hakim, dishahihkan dan disepakati oleh adz  Dzahabi)

Ada beberapa bacaan Do’a Iftitah yang telah diriwayatkan dalam hadis yang pernah dibaca oleh Rasulullah saw. Beliau saw terkadang membaca do’a yang satu dan terkadang yang lainnya. Do’a – do’a tersebut ialah :

 1. Do'a Iftitah 1

"Ya Allah, jauhkanlah antara aku dengan kesalahan - kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah aku dari kesalahan-kesalahanku, sebagaimana kain putih dibersihkan dari noda. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, dengan salju dan embun." 

Doa ini diucapkannya di dalam shalat fardhu  (HR Bukhari, Muslim dan Ibnu Sysibah)

 

2.

"Kuhadapkan wajahku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi, dengan keadaan lurus dan berserah diri dan tidaklah aku termasuk orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, kuserahkan kepada Allah Tuhan semesta Alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Demikianlah yang diperintahhan kepadaku. Dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri . Ya Allah, Engkau adalah Raja. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau dan dengan memuji Engkau. Engkau Tuhanku dan aku hambaMu.   Aku telah menganiaya diriku sendiri dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah seluruh dosaku, karena tidak ada yang mengampuni dosa-dosa selain daripada Engkau. Tunjukkanlah aku kepada akhlak yang terbaik, karena tidak ada yang menunjukkan kepadanya selain daripada Engkau, dan jauhkanlah aku dari yang buruknya, karena tidak ada yang menjauhkannya daripadaku selain daripada Engkau. Kusambut panggilan Engkau dan kuikuti perintah-Mu  Seluruh kebaikan itu ada pada-Mu dan kejahatan itu tidak berasal dari-Mu  dan orang yang mendapatkan hidayah adalah orang yang Engkau beri hidayah. Aku dengan-Mu dan kepada-Mu. Tidak ada keselamatan dan perlindungan dari-Mu, kecuali kepada-Mu. Wahai Tuhan kami, bertambah-tambahlah keberkahan-Mu dan bertambah-tambah pulalah keluhuran-Mu. Aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu. " Beliau mengucapkan doa ini di dalam shalat fardhu dan shalat sunat.  (HR Muslim, Abu `Uwanah, Abu Daud, Nasa'i, Ibnu Hibban, Ahmad, Syafi'i, Thabrani dan orang-orang yang mengkhususkan hadits berlaku untuk shalat sunat, ikutilah mereka.)

3. 

Do'a Iftitah 3

 Sama seperti di atas, kecuali kata-kata, "Engkau Tuhanku dan aku hamba-Mu..." dan seterusnya. Kemudian ditambah dengan, "Ya Allah, Engkau adalah Raja. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau dan aku memuji-Mu. (HR Nasa’I shahih) 

 

4.  

Do'a Iftitah 4

Sama seperti di atas juga sampai kata-kata, "...Dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri." Kemudian beliau menambahkan, "Ya Allah, tunjukkanlah aku kepada akhlak yang paling baik dan perbuatan yang paling baik, karena tidak ada yang menunjukkan kepadaku selain daripada Engkau. Dan peliharalah aku dari akhlak-akhlah dan perbuatan-perbuatan yang buruk, karena tidak ada yang memeliharaku daripadanya selain daripada Engkau."(HR Nasa’i dan Daraquthni, shahih)

 

Ref : Shifatu Shalatin Nabiyyi saw (Mina't Takbir ila't Taslim Kaannaka Taraha), , Muhammad Nashirudin Al Albani