Beberapa Nama Lain Ghuluw
Dalam hadits-hadits juga banyak diriwayatkan peringatan serupa, dengan lafadz yang memiliki pengertian serupa dengan ghuluw. Diantaranya :
1. At Tanatthu' (keras tidak karu-karuan)
Rasulullah pernah bersabda :
Binasalah mereka yang bersikap tanatthu', binasalah mereka yang bersikap tanatthu', binasalah mereka yang bersikap tanatthu'
Imam Nawawi menyatakan, "Tanatthu' berarti melampaui batas." Dalam perny ataan beliau lainnya, "Tanatthu' berarti sikap keras tidak karu-karuan yang tidak pada tempatnya."
2. Tasyaddud (Menyusah-nyusahkan Urusan)
Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda,
Sesungguhnya agama itu mudah. Dan tidak ada orang yang membuatnya susah, melainkan dirinya pasti kalah (tidak mampu melakukannya). Maka berjalanlah lurus, dekatkan diri kepada Alah, dan terimalah kabar
gembira. Mintalah pertolongan pada waktu pagi dan petang serta sedikit waktu malam (untuk beribadah).
Dan sabda Nabi: Agama yang paling disukai Allah adalah yang lurus dan ringan.
Syaikh Nashiruddin Ahmad bin Muhammad al Iskandari berkata, Disebutkan disitu "sedikit waktu malam", karena beribadah dimalam hari itu berat. Maka disunnahkan mempergunakan sedikit waktunya.
Lalu Syaikh Shalahuddien Maqbul Ahmad dalam komentarnya terhadap kitab tersebut menyatakan,
"Beliau (Imam Bukhari) hendak menyatakan bahwa yang utama bagi orang yang beramal itu untuk tidak usah memaksa diri, sehingga malah letih dan berhenti beramal. Namun hendaknya ia beramal perlahan - lahan secara bertahap agar amalannya berlangsung terus dan tidak terputus."
3. Al 'Itida' (Melangkahi Ketentuan Syari'at)
Rasulullah bersabda,
"Sesungguhnya Allah telah menetapkan kewajiban-kewajiban, janganlah kalian melalaikannya, menetapkan hal-hal yang haram, janganlah kalian melakukannya. Allahpun telah menetapkan batasan, maka janganlah
kalian melangkahinya ..."
Allah berfirman,
Itulah batasan-batasan hukum Allah (larangan), maka janganlah kalian mendekatinya. (Al Baqarah: 187)
Ibnu Taimiyah berkomentar, "Ini adalah awal perbuatan haram." Artinya, kita harus memelihara diri agar tidak mendekati yang haram, dan mencukupkan diri dengan yang halal.
Allah berfirman,
Itulah hukum-hukum Allah, janganlah kalian melanggarnya. (Al Baqarah : 229)
Ibnu Taimiyah berkata, "Inilah akhir perbuatan halal." Artinya, kita harus memelihara diri dalam melakukan tindakan yang asalnya adalah halal. Karena apabila kita melampaui batas, ia menjadi haram, atau menjerumuskan kita kepada yang haram, dan inilah perbuatan I'tida'. Wal 'iyadzu billah.
4. At Takalluf (Memaksakan Diri)
Dari Umar ia berkata, "Kami dilarang untuk bersikap Takalluf (memaksa / membebani diri)."
Hadits ini berderajat marfu' (disamakan dengan ucapan Nabi), karena ucapan Umar, "Kami dilarang..." Sedangkan yang melarang para sahabat di sini sudah tentu Rasulullah, sebagaimana disebut dalam kitab-kitab Musthalah
Syaikh Salim al Hilali berkomentar, (Hadits ini menunjukkan) dilarangnya banyak bertanya, bersikap keras dan memaksa diri untuk hal yang tidak perlu.
| Hukum Ghuluw< Sebelumnya | Berikutnya >Penyebab Ghuluw |
|---|









