Rumah Islam

Mari Bersama Belajar dan Membangun Islam

Friday, Aug 22nd

Last update:12:28:51 AM GMT

You are here: Adab, Syariah (dan Fiqih) Syariah (dan Fiqih) Thalak Syarat Terjadinya Khulu - Sifat wanita yang dibolehkan untuk meminta khulu'
Syarat Terjadinya Khulu

Sifat wanita yang dibolehkan untuk meminta khulu'

Indeks Artikel
Syarat Terjadinya Khulu
Ukuran yang dibolehkan dalam khulu'
Sifat sesuatu yang dijadikan sebagai pengganti
Keadaan yang dibolehkan untuk melakukan Khulu
Sifat wanita yang dibolehkan untuk meminta khulu'
Semua Halaman

Sifat wanita yang dibolehkan untuk meminta khulu'

Adapun masalah siapakah yang dibolehkan meminta khulu' maka tidak ada perbedaan pendapat menurut jumhur bahwa wanita bangsawan dibolehkan meminta khulu' untuk dirinya, sedangkan budak wanita tidak boleh meminta khulu' untuk dirinya, kecuali dengan keridhaan tuannya Begitujuga wanita yang bodoh harus dengan walinya menurut pendapat ulama yang menyatakan adanya perwalian.

Sedangkan Malik mengatakan, seorang bapak boleh memintakan khulu' untuk anak gadisnya yang masih kecil sebagaimana dia menikahkannya, begitu juga bagi anak laki-lakinya yang masih kecil karena menurut Malik dia boleh menceraikan untuk anaknya. Sementara mengenai anak kecil laki-laki para ulama berbeda pendapat; Syafi'i dan Abu Hanifah berpendapat tidak dibolehkan karena menurut mereka dia tidak bisa menceraikan untuk anaknya. Wallahu a'lam.

Khulu' yang dilakukan oleh wanita yang sedang sakit : 

 

  1. Dibolehkan menurut Malik, jika khulu' tersebut sebesar warisan suami yang diterima darinya, Ibnu Nafi' meriwayatkan dari Malik bahwa dia membolehkan wanita yang sakit melakukan khulu' dengan sepertiga seluruh hartanya.
  2. Syafi'i mengatakan jika wanita yang sakit tersebut melakukan khulu' dengan harta sebesar mahar mitsl, maka dibolehkan dan harta tersebut dari harta pokok, jika lebih dari itu, maka tambahan tersebut dari sepertiga.

 

Adapun wanita yang dibiarkan yaitu wanita yang tidak memiliki orang yang diwasiatkan untuk mengurusinya serta tidak memiliki bapak : 

 

  1. lbnu Al Qasim mengatakan khulu'nya dibolehkan jika melakukan khulu' sebesar mahar mitslnya.
  2. Jumhur berpendapat bahwa seorang wanita yang menguasai dirinya dibolehkan melakukan khulu' untuk dirinya.
  3. Al Hasan dan Ibnu Sirin berpendapat dengan pendapat yang ganjil, keduanya mengatakan dia tidak dibolehkan melakukan khulu' kecuali dengan izin penguasa.

 

 
Ref : Bidayatul Mujtahid, Ibnu rusyd